BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS »

Nuffnang

Friday, September 30, 2011

8 Sifat Istri yang Dibenci Suami






KUNCI utama rumah tangga bahagia adalah adanya saling cinta dan kasih sayang antara suami dan istri.  Sang suami akan menghargai dan memberikan segenap cinta dan kasih sayang kepada istrinya, jika kaum wanita pun memberikan cinta dan penghargaan kepada suaminya. Demikian pula sebaliknya.
Agar istri tidak kehilangan rasa cinta dan rasa hormat suaminya, maka seorang istri harus mengetahui dan menjauhi sifat-sifat wanita yang dibenci suami. Di antara sifat-sifat tersebut yang paling menonjol, sebagaimana ditulis Shabah Sa’id dalam bukunya Az-Zaujah Al-Mubdi’ah wa Asrar Al-Jamal, antara lain:

1.  Istri yang sibuk dengan dirinya sendiri.
Istri seperti ini biasanya menjauhi segala urusan suami, dan lebih mementingkan urusan serta kegemarannya sendiri. Pada dasarnya, istri seperti ini merasa nyaman setiap kali dia bisa menyendiri, serta bisa menjaga segala apa yang dia dengar, dia lihat, dan dia sentuh untuk diri sendiri. Boleh jadi hal ini merupakan akibat adanya penyakit psikis yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

…Istri seperti ini adalah istri yang mengabaikan eksistensi suaminya. Karena dia selalu tidak meminta saran suaminya, atau tidak melibatkannya dalam urusan keluarga…

2.  Istri yang suka mendominasi.
Istri seperti ini adalah istri yang mengabaikan eksistensi suaminya. Karena dia selalu tidak meminta saran suaminya, atau tidak melibatkannya dalam urusan keluarga. Dia senantiasa menjalankan sendiri segala urusan keluarga dan urusan rumah dengan tanpa memandang pendapat suami.
Di sini, seorang suami akan merasa bahwa jati dirinya telah hilang, sebab yang bisa dia lakukan untuk kebaikan rumah atau anak-anaknya hanya menyerah saja, atau mengabaikan keberadaan dirinya. Pria semacam ini, jika tidak memisahkan dirinya dari istri seperti itu, bisa jadi dia akan berusaha mencari, atau mendapatkan apa yang dia inginkan selama ini dari wanita lain.

3.  Istri yang gemar berdusta.
Salah satu hal yang mesti dimiliki dalam hubungan pernikahan adalah unsur kejujuran dalam segala hal. Ini mengingat, kejujuran merupakan salah satu pilar ketenteraman dan kebahagiaan. Di luar sana terdapat banyak wanita yang gemar berdusta. Mereka menjadikan dusta sebagai hobi atau sebagai dalih karena takut sesuatu. Namun apa pun alasannya, dusta dan tipu daya adalah dua hal yang paling dibenci kaum pria. Meskipun terkadang seorang pria menerima tindakan dusta dari istrinya karena satu atau lain hal, namun penerimaan seorang suami terhadap sifat buruk itu biasanya disertai dengan pandangan  meremehkan.

4.  Istri yang kejam/galak.
Istri semacam ini adalah istri yang begitu mudahnya memberikan hukuman kepada suaminya, ketika suaminya melakukan suatu hal tertentu. Istri seperti ini terus-menerus meresahkan suaminya, sebab karakter permusuhannya tersebut. Selain itu, istri seperti ini akan terbiasa mengeluarkan kata-kata pedas, keras, dan kasar kepada tetangga, teman-teman, dan anggota keluarganya. Istri yang kejam, tentunya menimbulkan banyak masalah bagi suaminya, bahkan bagi anak-anaknya pula. Sehingga tertanam dalam jiwa anak-anaknya sikap tidak senang dan akan menjauh dari ibunya.

…Istri galak, begitu mudahnya memberikan hukuman kepada suaminya, ketika suaminya melakukan suatu hal tertentu. Istri seperti ini selalu meresahkan suaminya…

5.  Istri yang menyulitkan.
Wanita semacam ini terbiasa hidup dalam suasana kehidupan yang penuh dengan perilaku buruk, gejolak rumah tangga, senantiasa menciptakan benih-benih perselisihan. Sebab setiap kata yang terlontar dari mulut suaminya yang berisi perintah terhadap hal penting yang mesti dilakukan istrinya, ternyata istrinya malah menepis semua perkataan suaminya dan menolak bertanggungjawab atas hal itu. Sehingga seringkali dia menciptakan kesulitan dan menyulut pertikaian antara dirinya dengan suaminya. Dalam kondisi demikian, sang suami lebih mengutamakan untuk menjauh dari rumah, atau barangkali dia akan tetap di rumah dan ikut-ikutan dengan sifat buruk istrinya.

6.  Istri yang pasif.
Istri semacam ini akan membiarkan dan menyerahkan segala urusan kepada suaminya, sehingga suaminya menjalankan seluruh urusan keluarga dan rumah tangga. Peran istri hanya terbatas menjalankan instruksi-instruksi suaminya. Dia senantiasa menyerah dalam segala hal, seakan-akan dia menuntut suaminya agar lebih berkuasa dengan tanpa berusaha menunjukkan perannya atau keberadaannya sedikit pun terhadap suaminya, padalah dia adalah pasangan hidup bagi suaminya.

7.  Istri yang keras kepala.
Istri semacam ini adalah istri yang keras kepala dalam segala hal, dan dia terus berlindung di balik sifatnya yang keras kepala itu. Sebab dia mendapatkan kenyamanan pada dirinya ketika dia bersikeras mengikuti pendapatnya, sekalipun itu salah. Di samping itu, melalui cara itulah dia mendapatkan kepuasan diri. Misalnya, andai suaminya menginginkan satu jenis makanan, dia terus-menerus menyiapkan jenis makanan lainnya, sekalipun sebenarnya jenis makanan itu juga tidak disukainya. Wanita semacam ini adalah wanita yang paling dibenci kaum laki-laki.

…Istri yang keras kepala dalam segala hal adalah wanita yang paling dibenci kaum laki-laki…

8.  Istri yang menggemari rutinitas.
Istri semacam ini adalah sosok yang menganggap bahwa pernikahan adalah akhir dari segala kehidupannya. Sebab segala ambisi dan keinginannya telah dipendam dalam-dalam pasca menikah. Menurutnya, setelah menikah tidak ada lagi keinginan dan ambisi. Dengan begitu, dia beranggapan bahwa hari ini sama dengan hari kemarin, dengan artian, bahwa segala sesuatu dalam kehidupan pernikahan hanya sarat dengan rutinitas yang teratur dan monoton.

Hal-hal di atas adalah bagian dari sifat-sifat istri yang paling dibenci kaum suami. Oleh karena itu, hendaknya para istri kembali meniti kembali gaya hidupnya dengan menjauhi sifat-sifat di atas, demi meraih kebahagiaan dan ketenteraman kehidupan rumah tangga. [ganna pryadha/voa-islam.com]



Rindu...

Me Dhuha
saya sangat merindui sahabat2 saya yang kini sudah ada kehidupan yang baru...


Thursday, September 29, 2011

TIPS UTK HILANGKAN STRESS...

Terdapat beberapa tips yang kita boleh amalkan bertujuan mengurangkan 
tekanan hidup. Antaranya ialah : 

1) Biasakan diri berada dalam keadaan berwuduk
Jiwa kita akan menjadi tenang jika kita membiasakan diri mengambil wuduk 
sebelum melakukan pekerjaan. Kerja yang susah akan menjadi senang dan 
mudah diselesaikan. Para pelajar misalnya, disarankan agar membiasakan 
diri mengambil wuduk sebelum mengulang kaji pelajaran agar apa yang dibaca 
akan mudah diingati. 

2) Perbanyakkan membaca Al-Qur'an 
Ganjaran yang besar akan diberikan Allah bagi sesiapa yang membaca 
Al-Quran walaupun satu ayat. Waktu yang sesuai bagi kita untuk membaca 
Al-Quran ialah selepas solat lima waktu dan waktu-waktu lain seperti 
ketika berehat dan sebelum tidur. Oleh itu, jadikanlah Al-Quran sebagai 
teman paling akrab pada sepanjang waktu. 

3) Banyakkan Solat Sunat 
Sebagai makhluk paling mulia di sisi Allah, kita disuruh membanyakkan amal 
ibadat kita sehari-hari. Antaranya, dengan mendirikan solat sunat. Solat 
sunat hajat, solat sunat taubat, solat sunat tasbih adalah antara pelbagai 
solat sunat yang terdapat dalam Islam. Kita bangun pada sepertiga malam 
dan mendirikan solat-solat sunat tersebut agar beroleh ketenangan dan 
kekuatan daripada Allah. 

4) Selalu berdoa kepada Allah 
Allah telah berpesan iaitu jangan menyembah selain daripada-Nya. Ini 
bererti kita disuruh berdoa hanya kepada Allah yang Maha Esa dan dilakukan 
secara berterusan. Waktu-waktu mustajab berdoa adalah pada malam Jumaat, 
tengah malam, pagi sebelum waktu Subuh, malam hari raya, ketika waktu azan 
dan iqamah. Insya-Allah, Allah akan memakbulkan doa setiap hamba-Nya yang 
benar-benar ikhlas. Namun, kita perlulah sedar bahawa sebarang rezeki 
tidak akan datang bergolek sekiranya tanpa usaha yang bersungguh-sungguh. 
Maka kita perlulah berusaha supaya mencapai sesuatu di samping berdoa 
hanya kepada Allah yang Esa. 

5) Bersangka baik dengan Allah 
Kita sebagai manusia biasanya tidak akan terlepas daripada berhadapan 
dengan ujian dalam hidup. Semuanya itu adalah ujian daripada Allah yang 
Berkuasa bertujuan menguji keimanan kita sebagai hamba Allah. Oleh itu, 
kita mestilah bersangka baik dengan Allah dan janganlah menyalahkan-Nya 
jika terjadi sesuatu ke atas diri kita. Kita juga mesti percaya bahawa 
tentu ada hikmah di sebalik kejadian itu. 

6) Lakukan kegiatan luar seperti bersukan 
Orang ramai selalu berkata bahawa badan yang cerdas akan membentuk otak 
yang cergas. Segala tekanan sewaktu bekerja akan dilupakan apabila kita 
melakukan aktiviti-aktiviti luar yang dapat menyihatkan tubuh badan 
seperti bersukan. Situasi akan menjadi lebih menggembirakan jika kita 
meluangkan masa membawa keluarga pergi beriadah. Ikatan kekeluargaan juga 
akan bertambah erat dan kukuh. 

7) Amal diet dengan disiplin yang kuat 
Pengambilan makanan yang berlebihan dan tidak seimbang juga merupakan 
salah satu faktor tekanan sewaktu bekerja. Oleh itu, cara untuk 
mengurangkan tekanan adalah mengamalkan diet dengan disiplin yang kuat. 
Diet yang tidak terkawal akan menyebabkan kegemukan dan menimbulkan 
penyakit kronik yang lain seperti lemah jantung, darah tinggi, kencing 
manis. 

8) Menangis dengan sepuas hati 
Tekanan yang dihadapi sekiranya melibatkan individu yang lain dapat 
diredakan melalui luahan hati kita dengan menuliskan rasa ketidakpuasan 
hati kita itu dalam sehelai kertas. Sikap cuba menyimpan perasaan tersebut 
dalam hati boleh menyebabkan diri merana. "Luaran lain hati lain" ada 
sesetengah individu apabila mereka mengalami sesuatu tekanan, mereka 
seolah-olah tidak menunjukkan permasalahan mereka itu. Sebagai contoh, 
bila dilihat bersama rakan-rakan tetapi dalam hatinya hanya Allah yang 
Maha mengurangkan tekanan yang dihadapi di tempat kerja. 

9) Hargai kebolehan diri sendiri 
Kita perlu mempunyai satu sikap yang dipanggil yakin diri. Apabila kita 
mempunyai keyakinan diri, maka kita tidak akan mempunyai masalah untuk 
melakukan sesuatu pekerjaan yang disuruh oleh pihak lain sewaktu bekerja. 
Kita yakin bahawa kita boleh melakukan kerja yang disuruh dengan mudah dan 
tiada sebarang masalah yang dihadapi. Apa yang penting ialah, kita mesti menghargai 
kebolehan diri sendiri dan memulakan hidup dengan lebih ceria. 

10) Cintai diri sendiri 
"Cintailah diri kamu sendiri sebelum kamu mencintai diri orang lain". 
Jelas daripada maksud sepotong hadis ini, kita dapat memahami bahawa kita 
perlu mencintai diri sendiri terlebih dahulu berbanding orang lain. Diri 
kita yang selama ini masih pada tahap lama dalam pekerjaan perlu 
dipertingkatkan dengan cara yang dinyatakan di atas. Kita perlu memulakan 
kehidupan kita dengan ceria dan penuh dengan senyuman. 


kesimpulannya, tekanan kerja bukanlah satu bebanan yang sukar untuk 
diatasi. Dengan usaha yang gigih dan kesabaran yang tinggi serta jalan 
penyelesaian yang jitu, bebanan yang kita alami pastinya akan dapat 
diselesaikan dengan jayanya...




p/s...gambar hiasan semata-mata..harap maklum...

Nuffnang

Al-Qur'an

Suara Palestin